Pesisir Online

Jernih Melihat, Bijak Mengabarkan

JPM, Inovasi Olahan Pinang Karya Pemuda Desa Semukut

Menurut dia, legalitas masih menjadi hambatan utama dalam memperluas pemasaran produk karena banyak calon pembeli maupun mitra usaha terlebih dahulu menanyakan kelengkapan izin.

“Kalau legalitasnya sudah lengkap, perdagangan tidak hanya terbatas di Meranti, tetapi juga bisa dipersiapkan untuk pasar yang lebih luas, bahkan lintas daerah hingga luar negeri. Contohnya produk Misagu Boedjang di Desa Gogok,” katanya.

Untuk memperkuat daya saing UMKM, Dinas Koperasi juga mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi inkubator sekaligus mitra pemasaran produk-produk unggulan Meranti.

“Kami ingin BUMD menjadi bapak angkat bagi UMKM, sehingga pelaku usaha memiliki pendamping yang membantu membuka akses pasar dan memperkuat pemasaran produk. Selain itu juga membuka peluang pendapatan bagi BUMD,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Lianita Muharni, menilai inovasi yang dilakukan Bahrul merupakan contoh nyata bagaimana kreativitas mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memberikan pendampingan secara berkelanjutan agar produk seperti JPM tidak berhenti pada tahap inovasi, tetapi mampu berkembang menjadi usaha yang berdaya saing.

“Potensi seperti ini harus kita dukung bersama. Kalau kualitas produknya terus ditingkatkan dan legalitasnya lengkap, saya optimistis JPM bisa menjadi ikon baru olahan pinang dari Meranti sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *