JPM, Inovasi Olahan Pinang Karya Pemuda Desa Semukut
Meski mendapat sambutan positif dari masyarakat, Bahrul kembali dihadapkan pada tantangan baru.
Jus pinang dalam bentuk cair memiliki masa simpan yang terbatas, hanya sekitar 24 jam pada suhu ruang. Jika disimpan di dalam kulkas atau freezer, daya tahannya dapat mencapai sekitar tiga hari. Keterbatasan tersebut menjadi kendala utama untuk memasarkan produknya ke wilayah yang lebih jauh.
Kondisi itu tidak membuatnya berhenti berinovasi. Ia kembali bereksperimen, dan pada tahun 2025 berhasil menghadirkan JPM dalam bentuk serbuk yang lebih praktis dan memiliki masa simpan lebih lama.
Produk tersebut kemudian dipasarkan dalam kemasan saset seharga Rp5.000 per bungkus atau Rp25.000 per kotak berisi enam saset. Bentuk baru itu membuka peluang pemasaran yang lebih luas dibandingkan produk cair.
Dalam proses pengembangannya, Bahrul mengajak dua rekannya bergabung. Mereka bersama-sama memproduksi sekaligus memperkenalkan JPM kepada masyarakat.
Namun, perjalanan usaha itu tak selalu mulus. Memasuki 2026, aktivitas produksi terhenti. Bahrul mengakui mulai patah semangat.
Selain proses pembuatan masih dilakukan secara manual, pasar yang berhasil dijangkau juga masih didominasi konsumen di Desa Semukut dan wilayah sekitarnya.
Ia sebenarnya telah mencoba memperluas pemasaran melalui marketplace seperti Shopee. Namun, produk JPM belum dapat dipasarkan secara luas karena masih terkendala izin edar BPOM.
“Saya sudah coba ingin mengurus izin BPOM untuk JPM sachet ini, namun salah satu syarat agak berat itu harus memiliki rumah produksi permanen, sementara hingga kini seluruh proses pembuatan JPM masih dilakukan di rumah,” jelasnya.
Di sisi lain, harga pinang kering yang kini mencapai sekitar Rp20.000 per kilogram membuatnya kembali fokus mengolah hasil panen pinang tua.
“Karena harga jual pinang kering saat ini juga mahal, jadi saya lebih fokus mengolah pinang tua,” ujarnya.
Meski demikian, Bahrul mengaku berbagai dukungan yang datang membuat semangatnya kembali tumbuh untuk melanjutkan produksi JPM.
“Kunjungan abang-abang ke sini juga mendorong kembali semangat saya,” katanya.
Ia berharap mendapat dukungan dari berbagai pihak agar JPM semakin dikenal luas. Bantuan mesin penghancur juga sangat dibutuhkan agar produksi menjadi lebih cepat dan kapasitas meningkat.





